Minggu, 20 Juni 2010

Tahapan dalam evolusi e – Commerce

0 komentar
Tahapan dalam evolusi e – Commerce

  1. Brochurware : Pada Tahap ini internet digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan brosur elektronik
  2. Customer Interactivity : Tahap dimana perusahaan mulai mengembangkan aplikasi situsnya untuk memungkinkan komunikasi 2 arah ( dialog ) contoh : chating , teleconference
  3. Transaction Enabler : Pd tahun ini adalah pengembangan suatu aplikasi yang memungkinkan terjadinya transaksi bisnis secara elektronik
    a. Mekanisme pembelian oleh konsumen
    b. Mekanisme perusahaan dengan rekanan bisnisnya

  4. One – to – one Relationship
    Terbentuknya mekanisme yang memungkinkan terjadinya transaksi perdagangan antarindividu

Jumat, 18 Juni 2010

Prinsip - Prinsip dalam mencermati perkembangan teknologi semacam e-commerce

0 komentar
Prinsip - Prinsip dalam mencermati perkembangan teknologi semacam e-commerce
  • E-Commerce tidak dapat dilepaskan dari kerangka besar globalisasi dunia, yang bertujuan untuk melakukan efisiensi pasar; dengan dibukanya batasan-batasan wilayah, maka aliran informasi, uang, dan sumber daya lainnya akan terjadi secara bebas sehingga hanya perusahaan-perusahaan yang dapat menciptakan produk atau jasa yang termurah, terbaik, dan tercepatlah yang akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar.
  • E-Commerce akan secara efektif menjadi pemicu terjadinya efisiensi yang diinginkan di atas jika konvergensi industri komputer, telekomunikasi, dan informasi (content) di masing-masing negara telah mencapai tahap optimum (dimana produk-produk infrastruktur semacam pulsa telepon dan listrik telah menjadi public goods).
  • E-Commerce hanyalah merupakan komponen sebuah sistem yang dinamakan sebagai komunitas digital (digital community), yang merupakan generasi masyarakat baru di abad ke 21 (net generation) dimana teknologi informasi telah menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia pada umumnya.

(Sumber : Internet, Blog)

Bentuk Jual Beli Dengan E-Commerce

0 komentar
Bentuk Jual Beli Dengan E-Commerce

  • Business to Business (B2B) dapat diartikan sebagai sistem komunikasi bisnis online antar pelaku bisnis.
  • Business to Cunsumer (B2C) merupakan transaksi ritel dengan pembeli individual.
  • Consumer to Consumer (C2C) merupakan transaksi dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya.
  • Consumer to Business (C2B) merupakan individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukan transaksi.
  • Non-Bussines Electronic Commerce
  • Intrabussines (Organizational) Electronic Commerce adalah Kegiatan ini meliputi semua aktivitas internal organisasi melalui internet untuk melakukan pertukaran barang, jasa dan informasi, menjual produk perusahaan kepada karyawan, dan lain-lain.

(sumber : Internet)

Keunggulan E-Commerce dibanding dengan jual beli secara konvensional

0 komentar
Keunggulan E-Commerce dibanding dengan jual beli secara konvensional

  1. Kemampuan grafis internet mampu memperlihatkan produk apa adnya (natural) serta dapat membuat brosur berwarna dan menyebarkannya tanpa ongkos/biaya cetak.
  2. Lebih aman membuka toko online dibanding membuka toko biasa.
  3. Berjualan di dunia maya internet tidak mengenal hari libur, dan hari besar, semua transaksi bisa dilakukan kapan saja dimana saja.
  4. Tanpa batas-batas wilayah dan waktu, sehingga memberikan jangkauan pemasaran yang luas dan tak terbatas oleh waktu.
  5. Revenue stream (arus pendapatan) yang baru yang mungkin sulit atau tidak dapat diperoleh melalui cara konvensional.
  6. Meningkatkan market exposure (pangsa pasar), dimana dengan penggunaan e-commerce memungkinkan untuk meningkatkan pangsa pasar yang semula mempunyai pangsa pasar di dalam negeri saja, dengan adanya e-commerce maka pangsa pasar menjangkau luar negeri.
  7. Menurunkan biaya operasi (operating cost), penggunaan teknologi internet memungkinkan untuk melakukan kegiatan perdagangan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dimana hal tersebut tidak berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan untuk biaya lembur untuk karyawan atau pegawai, karena segala sesuatunya dikerjakan oleh komputer yang tidak membutuhkan operator untuk menjalankan proses perdagangan, cukup hanya dengan penggunaan software tertentu maka segala aktivitas dalam transaksi perdagangan dapat dilakukan.
  8. Penghematan besar yang dimungkinkan melalui e-mail, penghematan ini terjadi karena berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali adanya penggunaan kertas dalam segala proses transaksi, dimana segala sesuatunya di dalam e-commerce menggunakan suatu data digital sehingga tidak membutuhkan kertas sebagi media, yang pada akhirnya memberikan penghematan besar terhadap pengeluaran dalam proses transaksi.

(Sumber : Internet)

Enam Faktor Utama Dalam E-Commerce yang digunakan sebagai faktor pendorong bagi perdagangan konvensional

0 komentar
Enam Faktor Utama Dalam E-Commerce yang digunakan sebagai faktor pendorong bagi perdagangan konvensional

  1. Memiliki cakupan yang luas.
  2. Proses transaksi yang cepat.
  3. Dapat mendorong kreatifitas dari pihak penjual secara cepat dan tepat dan pendistribusian informasi yang disampaikan berlangsung secara periodik.
  4. Dapat menciptakan efesiensi yang tinggi.
  5. Murah serta informatif.
  6. Dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, dengan pelayanan yang cepat, mudah, aman dan akurat.

Kamis, 03 Juni 2010

Dampak Negatif E-Commerce.

0 komentar
Dampak Negatif E-Commerce.

Dampak negatifnya, yaitu :

1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.

(Sumber : Internet, Blog)

keuntungan dari E-Commerce Bagi konsumen, masyarakat luas dan pemerintah.

0 komentar
Keuntungan dalam prespektif produsen adalah:
  • Memberikan kesempatan kepada produsen untuk meningkatkan pemasaran produk/servicenya secara global.
  • Mengurangi penggunaan paper/kertas di berbagai aktifitas mulai dari tahapan desain, produksi, pengepakan, pengiriman, distribusi hingga marketing.
  • Mengurangi waktu delay dari pengiriman dan penyimpanan karena antara sistem produksi, pengepakan, penyimpanan dan distribusi terkoneksi secara online.
  • Membantu perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk/service yang sangat spesifik yang tidak dapat dipasarkan dalam bisnis secara fisik, karena keterbatasan konsumen, tempat dan biaya promosi yang tinggi.
  • Mengurangi waktu dan biaya prosmosi dari produk/service yang dipasarkan karena tersedianya informasi secara menyeluruh di internet sepanjang waktu.

Keuntungan E-Commerce dalam prespektif konsumen adalah:

  • Memberikan kesempatan konsumen yang berada di belahan dunia manapun untuk dapat menggunakan sebuah produk/service yang dihasilkan dari belahan dunia yang berbeda dan melakukan transaksi dan meraih informasi dari pihak pertama sepanjang tahun.
  • Memberikan kesempatan konsumen untuk mendapatkan produk/service terbaik dari berbagai pilihan yang ada karena konsumen mendapat kesempatan untuk memilih berbagai jenis produk/service secara langsung.
  • Memberikan kesempatan bagi konsumen yang terpisah tempat tinggalnya dari produsen untuk berinteraksi, berdiskusi dan bertukar pengalaman. Sehingga akan sangat menguntungkan produsen untuk meningkatkan kualitas produk/servicenya sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.

Keuntungan E-Commerce dalam prespektif masyarakat dan pemerintah adalah:

  • Semakin banyak manusia yang bekerja dan beraktifitas di rumah dengan menggunakan internet berarti mengurangi perjalanan untuk bekerja, belanja dan aktifitas lainnya, sehingga mengurangi kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.
  • Meningkatkan daya beli dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produksi/service yang terbaik karena perusahaan yang mengeluarkan produk/service dapat menjualnya lebih murah karena biaya produksi yang rendah.
  • Mengurangi pengangguran karena masyarakat semakin bergairah untuk berbisnis karena cara kerja yang gampang dan tanpa modal yang besar.
  • Meningkatkan daya kreatifitas masyarakat, berbagai jenis produk dapat dipasarkan dengan baik, sehingga akhirnya juga membantu pemerintah untuk menggairahkan perdagangan khususnya usaha kecil menengah.
(Sumber : Internet, Blog)

Inovasi E-Commerce Dalam Sistem Perdagangan di Indonesia

0 komentar
Inovasi E-Commerce Dalam Sistem Perdagangan di Indonesia

Inovasi adalah suatu bentuk kreasi dan implementasi kombinasi baru yang merujuk pada produk, jasa, proses kerja, pasar, kebijakan dan sistem baru. Dalam inovasi dapat diciptakan nilai tambah. Seperti halnya E-Commerce yang merupakan istilah lain dari perdagangan elektronik. E-Commerce merupakan suatu bentuk inovasi memberikan nilai tambah dalam teknologi informasi dalam bentuk proses perdagangan yang memudahkan transaksi jual-beli melalui website.

Ketika internet mulai di kenal masyarakat, banyak jurnalis meyakini bahwa E-Commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Sehingga pada era antara 1998 hingga 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa yang mengembangkan situs web E-Commerce.

Di Indonesia, sistem E-Commerce dianggap kurang popular. Hal ini karena masih banyak pengguna internet yang meragukan sistem keamanan E-Commerce, serta kurangnya pengetahuan mereka mengenai E-Commerce yang sesungguhnya. Padahal untuk membuat sistem E-commerce, investasi yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Selain itu, lingkup pemasaran produknya bisa jauh lebih luas dan biaya penyelenggaraan serta promosi untuk E-commerce juga lebih kecil jika dibandingkan dengan biaya pada sistem toko konvensional.

Tetapi, ada juga beberapa pelaku bisnis yang sesungguhnya belum mengenal betul tentang internet tersebut namun karena desakan bisnis yang semakin mengarahkan mereka untuk mulai menggunakan media ini. Bagi pebisnis yang belum benar-benar mengerti akan menggunakan jasa outsourcing dalam aktifitas ini. Mereka akan menyadari akan manfaat dari E-Commerce dan mulai membangun sebuah sistem untuk mengimplementasikan sistem ini dalam aktifitas perusahaannya.

Secara umum, implementasi E-Commerce dalam bisnis dapat meningkatkan kualitas dari produk/service serta menurunkan biaya produksi yang akhirnya akan menurunkan harga penjualan. Ketika konsumen dapat memilih produk/service yang terbaik baginya, produsen akan terus semakin berlomba meningkatkan kualitas dari produk/service yang ada dan terus mencari ide-ide baru yang disukai pasar serta berusaha mengurangi biaya produksi agar tetap mendapatkan harga produk/service yang terjangkau. Jika siklus ini berjalan dengan baik, tingkat produksi dan kualitas akan terus meningkat, ragam dari produk/service akan semakin banyak dan harga akan semakin terjangkau. Selain itu semakin menumbuhkan kreatifitas melalui inovasi-inovasi dalam berbisnis, serta memberikan keberanian bagi pemula bisnis untuk memulai usahanya karena beranggapan bahwa setiap orang dapat memulai bisnisnya walau sekecil apapun.

Pengimplementasian E-Commerce di Indonesia masih harus menempuh jalan yang panjang dan berliku. Berbagai hambatan yang ada dalam pengimplementasiannya dapat berupa teknis dan non-teknis di mana semua itu membutuhkan kerjasama yang utuh antara pemerintah, pengembang dari E-Commerce, pebisnis dan para konsumen yang memanfaatkan Teknologi tersebut. Seperti produk-produk teknologi informasi lainnya yaitu e-government, E-Commerce masih membutuhkan waktu yang lama untuk dapat dikenal dan diterima di Indonesia. Berbagai hambatan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Dukungan pemerintah. Dukungan pemerintah yang masih belum jelas ditambah dengan belum adanya kebijakan-kebijakan yang mendukung perkembangan dari E-Commerce ini dikeluarkan, belum jelasnya regulasi dari system teknologi informasi khususnya internet yang merupakan salah satu tulang punggung dari perkembangan E-Commerce, perbaikan sistem pabeanan dan deregulasi dalam ekspor impor barang.
  • Perkembangan infrastruktur yang lambat. Salah satu hambatan utama adalah masih kurangnya insfrastrukur yang ada dan belum merata kepelosok Indonesia. Dibutuhkan keseriusan pemerintah untuk secara bertahap membangun infrastrukur yang baik dan terprogram sehingga secara bertahap, rakyat Indonesia mulai dapat dikenalkan dengan internet sebagai salah satu hasil dari perkembangan teknologi informasi dengan biaya yang murah dan terjangkau.
  • Kurangnya sumber daya manusia. Kurangnya SDM Indonesia yang benar-benar menguasai sistem E-Commerce ini secara menyeluruh, yang tidak saja menguasai secara teknis juga non-teknis seperti sistem perbankan, lalu lintas perdagangan hingga sistem hukum yang berlaku. Salah satu alasan yang cukup utama yaitu masih kurangnya ketersediaan informasi, mulai dari buku-buku referensi, jurnal, majalah/tabloid yang membahas tentang E-Commerce juga sarana pendidikan, seminar, workshop hingga pusat-pusat pengembangan yang dibangun antara pemerintah, pusat-pusat pendidikan dan tenaga ahli di bidang E-Commerce.
  • Dukungan dari institusi finansial seperti bank dan asuransi. Belum banyaknya bank yang telah membangun system yang mendukung E-Commerce dengan baik, selain itu perbankan Indonesia juga masih sulit untuk melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang lain, apalagi dalam jumlah nilai yang kecil serta belum adanya pihak ketiga sebagai penjamin transaksi secara online yang benar-benar berada di Indonesia.
  • Perbaikan sistem perdagangan yang ada. Adanya keseriusan dari pemerintah untuk menderegulasi system perdagangan yang memberi kesempatan luas bagi berkembangnya UKM, sistem jaringan pengiriman yang baik dan aman, tidak adanya gangguan diperjalanan dan di institusi yang berhubungan dengannya seperti pelabuhan, pintu-pintu perbatasan dan international airport. Serta yang paling penting deregulasi di bidang ke pabeanan dan pajak yang mendukung sistem E-Commerce ini berkembang. Kesemuanya itu bukanlah penghalang yang menjadi hambatan bagi perkembangan E-Commerce di Indonesia, diharapkan sekali hambatan tersebut menjadi poin penting untuk mulai mengembangkan E-Commerce di Indonesia. Sedangkan jika kita melihat peluang-peluang yang ada, kesemuanya itu tentunya diharapkan memberikan energi atau semangat khusus bagi semua pihak bahwa sebenarnya E-Commerce dapat menjadi solusi baru bagi ketertinggalan kita disemua bidang selama ini, seperti:
  • Jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan pangsa pasar yang masih dapat banyak digarap
  • Kondisi geografis yang sangat mendukung berkembangnya E-Commerce, dengan begitu banyaknya pulau-pulau yang tersebar diseluruh nusantara, E-Commerce merupakan salah satu jalan terbaik untuk meningkatkan bisnis antar pulau
  • Begitu banyaknya bahan alam yang dapat diolah menjadi produk-produk yang bagus dan istimewa
  • Begitu banyaknya adat-istiadat dan budaya yang ada, merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan usaha kerajinan yang dapat menjadi sumber perdagangan dan komoditi pariwisata jika dikelola dengan baik.

( Sumber : Internet, bLog)

Potensi E-Commerce Indonesia Menggiurkan

0 komentar
Potensi E-Commerce Indonesia Menggiurkan

Potensi pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia diperkirakan cukup besar seiring dengan lonjakan pengguna internet yang pesat.

Hal tersebut diungkapkan Hendrik Tio, Presiden Direktur Bhinneka.com, salah satu toko online komputer terkemuka di Indonesia kepada VIVAnews di Jakarta beberapa hari lalu.

“Ini seiring dengan melonjaknya pengguna internet, baik yang memakai komputer atau notebook, serta pengakses internet lewat ponsel yang tumbuh luar biasa,” ujarnya. “Pasar ini sangat menggiurkan.”

Karenanya, dia tidak heran jika belakangan muncul berbagai portal e-commerce, seperti plasa.com. Bahkan, di daerah sudah bermunculan, banyak daerah sudah punya masing-masing e-commerce.

Saat ini, menurut dia, yang mempunyai komputer sekitar 15 juta, notebook 3 juta, dan hanphone 100 juta. Belum lagi tren pergeseran dari notebook ke netbook.

Apalagi, kata dia, ada salah satu kelebihan yang dimiliki pengguna internet Indonesia adalah menyukai komunitas. Di ASEAN, selain Thailand, Indonesia bagus seperti halnya pertumbuhan di China.

Keunikan lainnya menurut dia adalah forum yang telah berubah menjadi tempat jualan. Ini fenomena menarik dan luar biasa. Di luar negeri, forum jarang dipakai jual beli. “Di sini, jika forum beranggotakan satu juta member, maka ada potensi satu juta orang pula yang akan jual beli.”

Ke depan, dia berkeyakinan e-commerce akan terus tumbuh. Karenanya, Hendrik berniat membuka peluang agar orang lain bisa menjual di Bhinneka. Sebab, tren internet di Indonesia akan bergerak ke komunitas sehingga suatu saat bisa mengutip komisi. “Kalau eksklusif justru akan ketinggalan.”

(Sumber : VIVAnews)

Sabtu, 22 Mei 2010

Jenis e-Commerce

0 komentar
Jenis e-Commerce

  • Business to Business (B2B), dengan karakteristik :
  1. Trading partners yang sudah saling mengetahui dan terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama di antara mereka.
  2. Pertukaran data dilakukan secara berulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati.
  3. Salah satu pelaku tidak harus menunggu partner mereka lainnya untuk mengirimkan data.
  4. Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
  • Business to Consumer, dengan karakteristik:
  1. Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secara umum.
  2. Service bersifat umum, sehingga mekanismenya dapat digunakan oleh orang banyak.
  3. Service yang diberikan berdasarkan permintaan.
  4. Sering dilakukan sistem pendekatan client-server.

Resiko e-Commerce

0 komentar
Resiko e-Commerce
  1. Kehilangan segi financial secara langsung karena kecurangan
  2. Pencurian informasi rahasia yang berharga
  3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan
  4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak
  5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen
  6. Kerugian-kerugian yang tidak terduga
  • Secure Electronic Commerce:
e-Commerce yang menggunakan prosedur sistem keamanan dan teknik untuk menghadapi resiko yang terjadi. Fungsi-fungsi umumnya antara lain:
  1. Authentication (Pembuktian keaslian)
  2. Confidentiality (kerahasiaan)
  3. Data integrity (integritas data)
Biasanya semua itu diimplementasikan dengan menggunakan teknologi kriptografi seperti enkripsi dan digital signature.

Keuntungan e-Commerce

0 komentar
Keuntungan e-Commerce

  1. Revenue stream (aliran pendapatan) yang lebih menjanjikan.
  2. Meningkatkan market exposure (pangsa pasar)
  3. Menurunkan biaya operasional (operating cost)
  4. Melebarkan jangkauan (global reach)
  5. Meningkatkan customer loyality
  6. Meningkatkan supplier management
  7. Memperpendek waktu produksi
  8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan)

Komponen utama pada e-commerce

0 komentar
Komponen utama pada e-commerce
  • Electronic Data Interchange (EDI)
Electronic Data Interchange adalah pertukaran data komputer antar berbagai bidang organisasi atas suatu informasi terstruktur dalam format yang standar dan bisa diolah oleh komputer. Tujuan EDI adalah memfasilitasi perdagangan dengan mengikat bisnis antar partner dagang. Komponen utama dari EDI standar adalah sebagai berikut :
  1. DATA ELEMENT: merupakan potongan data seperti tanggal, harga atau nama organisasi.
  2. DATA SEGMENT: dalam suatu baris data disebut dengan segment dan setiap item di dalam segmen mewakili satu elemen.
  3. TRANSACTION SET: suatu transation set merupakan dokumen khusus seperti dokumen pesanan pembelian. Di dalam transaction set, ada 3 area utama: area header, area detail dan area summary.
  4. FUNCTIONAL GROUP: sekelompok transaction set yang sejenis. Transation set di dalam functional group dikelompokkan berdasarkan functional identifier yang sama.
  • Untuk mengirimkan transaksi EDI pada konsumen, diperlukan 4 fungsi dasar:
  1. MAPPING: proses identifikasi elemen dalam database untuk membuat pesan dalam format EDI.
  2. EXTRACTION: proses pengumpulan data yang belum diidentifikasi dan menempatkannya ke dalam format tertentu.
  3. TRANSLATION: mengirimkan pesan keluar, ketika data yang diperlukan masih dalam bentuk flat file, pembentukan pesan EDI bisa dilakukan menggunakan software translasi atau formatting.
  4. COMMUNICATION: pengiriman/transmisi atas pesan EDI dikendalikan oleh software komunikasi, yang akan mengatur dan memelihara: nomor telepon partner dagang, menjalankan automatic dialing dan up/downloading, juga membuat activity log.
  • Digital Currency
Digital currency untuk memungkinkan user untuk memindahkan dananya secara elektronik dalam lingkungan kerja tertentu.
  • Karakteristik digital currency adalah sebagai berikut:
  1. Mewakili suatu nilai moneter tertentu
  2. Bisa ditukarkan sebagai alat pembayaran untuk barang dan jasa, mata uang dan koin serta token lainnya
  3. Bias disimpan dan diambil lagi.Sulit diduplikasi atau dipalsukan.
  • Jenis-jenis digital currency antara lain:
  1. ELECTRONIC CASH adalah Sistem electronic cash telah terintegrasi sepenuhnya dengan software web browser untuk memudahkan pembelian barang melalui internet.
  2. MICROPAYMENTS adalah pembayaran untuk item dengan nilai relative rendah, misalnya informasi atau hiburan on-line yang biayanya bervariasi antara 1 cent sampai 10 cent. Sedangkan Minipayment adalah pembayaran untuk item dengan nilai antara $ 0,25 sampai $ 10.
  3. ELECTRONIC CATALOGS (e-catalogs) telah berada pada aplikasi komersil yang dirancang untuk internet dan merupakan komponen utama dari sistem e-commerce. E-catalogs merupakan antar muka grafis (Graphical User Interface) yang umumnya berbentuk halaman WWW dimana menyediakan informasi tentang penwaran produk dan jasa.
  4. INTRANET DAN EXTRANET adalah Intranet adalah kumpulan web site yang dimiliki oleh suatu kelompok (biasanya perusahaan) yang bisa diakses hanya oleh anggota kelompok tersebut. Sedangkan Extranet merupakan area tertentu dari intarnet yang bias diakes oleh kelompok di luar anggota kelompok intanet, tapi dengan otorisasi tertentu.

Konsep Dasar e-Commerce

0 komentar
  • Konsep Dasar e-Commerce
- Security Policy (Kebijaksanaan keamanan yang digunakan) merupakan satu set aturan yang diterapkan pada semua kegiatan-kegiatan pengamanan dalam security domain. Security domain merupakan satu set sistem komunikasi dan computer yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan.
- Authorization (Otorisasi) berupa pemberian kekuatan secara hukum untuk melakukan segala aktifitasnya
- Accountability (kemampuan dapat diakses) memberikan akses ke personal security.
- A Threat(ancaman yang tidak diinginkan) merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya seseorang, sesuatu atau kejadian yang bisa membahayakan aset berharga khususnya hal-hal yang berhubungan dengan confidentiality, integrity, availability dan legitimate use.
- An Attack(serangan yang merupakan realisasi dari ancaman), pada system jaringan computer ada dua macam attack, yaitu passive attack dan active attack.
- Safeguards(pengamanan) meliputi control fisik, mekanisme, kebijaksanaan dan prosedur yang melindungi informasi berharga dari ancaman-ancaman yang mungkin timbul setiap saat.
- Vulnerabilities(lubang-lubang kemaan yang bisa ditembus)
- Risk(resiko kerugian) merupakan perkiraan nilai kerugian yang ditimbulkan oleh kemungkinan adanya attack yang sukses.
- Risk Analysis(analisa kerugian) merupakan proses yang menghasilkan keputusan apakah pengeluaran yang dilakukan terhadap safeguards benar-benar bisa menjamin tingkat keamanan yang diinginkan.

Seputar Keamanan E-Commerce

0 komentar
Seputar Keamanan E-Commerce

  • E-Commerce (Electronic Commerce) adalah satu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.



  • KONSEP DASAR KEAMANAN e-Commerce
  1. Secure Socket Layer
  • Informasi yang dikirim melalui Internet biasanya menggunakan seperangkat aturan yang disebut TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). Informasi ini dibagi menjadi paket-paket dan bernomor secara berurutan. Masing-masing paket dikirim melalui rute yang berbeda. PKI dan SSL menggunakan sertifikat digital untuk memastikan privasi dan otentikasi. Prosedur adalah seperti client mengirimkan pesan ke server, yang menjawab dengan sertifikat digital. Menggunakan PKI, server dan client bernegosiasi untuk membuat sesi kunci, yang merupakan kunci rahasia simetris khusus diciptakan untuk transmisi tertentu. Setelah sesi kunci sepakat, komunikasi berlanjut dengan sesi ini kunci dan sertifikat digital.
  • PCI, SET, Firewalls and Kerberos : PCI, SET, Firewall dan Kerberos
  • Standar enkripsi yang digunakan e-commerce saat ini adalah SET (Secure Electronic Transaction). Selain digunakan untuk pembayaran dengan credit card, SET juga digunakan untuk pembayaran dengan smartcard. Dengan menggunakan SET, kerahasiaan informasi customer (berupa nama dan nomor kartunya) bisa terjaga dengan baik. SET juga bisa menjaga autotentifikasi atau identitas penjual dan customer, sehingga tidak bisa disalahgunakan oleh sembarang orang.
  • SET menggunakan suatu kriptografi khusus bernama asymmetric cryptography untuk menjamin keamanan transaksi. Asymmetric cryptography ini juga disebut dengan nama Public-key Cryptography. Enkripsi ini menggunakan dua kunci/key (yaitu kode), satu kunci digunakan untuk meng-enkripsi data, dan kunci lainnya untuk men-dekripsi data tersebut. Kedua kunci tersebut terhubung secara matematis dengan rumus tertentu, sehingga data yang telah di-enkripsi oleh suatu kunci hanya bisa di-dekripsi dengan menggunakan kunci pasangannya.
  • Rincian kartu kredit dapat dikirim secara aman dengan SSL, tetapi sekali tersimpan di server mereka rentan terhadap luar hacking ke server dan jaringan yang menyertainya. Kartu PCI (peripheral component interconnect: hardware) sering ditambahkan untuk perlindungan, oleh karena itu, atau pendekatan lain sama sekali diterapkan: SET (Secure Electronic Transaction). Dikembangkan oleh Visa dan Mastercard, SET menggunakan PKI untuk privasi, dan sertifikat digital untuk autentikasi yang tiga pihak: pedagang, nasabah dan bank. Lebih penting lagi, informasi yang sensitif tidak dilihat oleh para pedagang, dan tidak disimpan di server pedagang.
  • Firewall (perangkat lunak / perangkat keras) melindungi server, jaringan dan individu PC dari serangan virus dan hacker. Tidak kalah pentingnya adalah perlindungan dari kejahatan atau kecerobohan dalam sistem, dan banyak perusahaan yang menggunakan protokol Kerberos, yang menggunakan kriptografi kunci rahasia simetrik untuk membatasi akses ke karyawan yang berwenang.
  • Faktor pendorong muncul dan berkembangnya keamanan e-Commerce:
  1. Kemajuan infrasutruktur sistem komunikasi
  2. Meledaknya sistem perdagnagn global
  3. Sistem perdagangan real time
  4. Meningkatkan rasa pengertian/penghargaan terhadap segala resiko yang mungkin terjadi
  5. Tersedianya teknologis sistem keamanan (security)
  6. Sistem keamanan sebagai aset yang berharga
  7. Politik
  8. Pengakuan terhadap pernyataan sah
  • Tujuan-tujuan Sistem Keamanan Informasi:
- Confidentially : menjamin apakah informasi yang dikirim tersebut tidak dapat dibuka atau tidak dapat diketahui oleh orang lain yang tidak berhak.
- Integrity : menjamin konsistensi data tersebut apakah masih utuh sesuai aslinya atau tidak, sehingga upaya orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penduplikatan dan perusakan data bisa dihindari.
- Availability : menjamin pengguna yang sah agar dapat mengakses informasi dan sumber miliknya sendiri.
- Legitimate Use: menjamin kepastian bahwa sumber tidak digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
  • Sistem Keamanan Informasi:
Merupakan penerapan teknologi untuk mencapai tujuan-tujuan keamanan system informasi dengan menggunakan bidang-bidang utama yaitu:
- Sistem Keamanan Komunikasi (Communications security) merupakan perlindungan terhadap informasi ketika di kirim dari sebuah sistem ke sistem lainnya.
- Keamanan Komputer (Computer security) adalah perlindungan terhadap sistem informasi komputer itu sendiri.
- Keamanan secara fisik seperti pengamanan oleh penjaga keamanan, pintu yang terkunci, sistem control fisik lainnya, dan sebagainya.
- Keamanan Personal meliputi kepribadian orang-orang yang mengoperasikan atau memilki hubungan langsung dengan sistem tersebut.
- Keamanan administrative contohnya mengadakan control terhadap perangkat-perangkat lunak yang digunakan, mengecek kembali semua kejadian-kejadian yang telah diperiksa sebelumnya dan sebagainya.
- Keamanan media yang digunakan meliputi pengontrolan terhadap media penyimpanan yang ada dan menjamin bahwa media penyimpanan yang mengandung informasi sensitive tersebut tidak mudah hilang begitu saja.

  • Threats(ancaman):
- System Penetration: orang-orang yang tidak berhak, mendapatkan akses ke sistem computer dan diperbolehkan melakukan segalanya.
- Authorization Violation: Ancaman berupa pelanggaran atau penayalahgunaan wewenang legal yang dimiliki oleh seseoarang yang berhak.
- Planting: Ancaman yang terencana misalnya Trojan horse yang masuk secara diam-diam yang akan melakukan penyerangan pada waktu yang telah ditentukan.
- Communications Monitoring: penyerang dapat melakukan monitoring semua informasi rahasia.
- Communications Tampering: penyerang mengubah informasi transaksi di tengah jalan pada sebuah jaringan komunikasi dan dapat mengganti sistem server dengan yang palsu.
- Denial of Service (DoS): Penolakan service terhadap client yang berhak.
- Repudiation: Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi yang terjadi dikarenakan sesuatu yang bersifat senagja, kecelakaan ataupun kesalahan teknis lainnya.
  • Safeguards:
Yang dilakukan safeguards yaitu:
- Mencegah munculnya threats (ancaman) sebelum benar-benar terealisasi
- Meminimalisasikan kemungkinan terjadinya ancaman tersebut.
- Mengurangi akibat yang timbul karena ancaman yang sudah terealisasi.
  • Security service safe guards:
- Authentication Service: memberikan kepastian identitas pengguna.
a. Entity authentication: contohnya password.
b. Data origin authentication: membuktikan sah tidaknya identitas dalam bentuk pesan tertulis.
- Access Control Services: melindungi semua fasilitas dan sumber-sumber yang ada dari akses-akses yang tidak berhak.
- Confidentiality Service: memberikan perlindungan terhadap informasi yang berusaha disingkap oleh orang lain yang tidak berhak.
- Data Integrity Srevice: perlindungan terhadap ancaman yang dapat mengubah data item seandainya ini terjadi di dalam lingkungan security policy.
- Non-Repudiation Service: melindungi user melawan ancaman yang berasal dari user berhak lainnya seperti kesalahan penolakan ketika transaksi atau komunikasi sedang terjadi

Pengenalan Content Management System (CMS)

0 komentar

Pengenalan Content Management System (CMS)

  • Content Management System adalah aplikasi yang didesain untuk menciptakan, mengatur dan mengimprovisasi data. Menyederhanakan proses yang kompleks dan rumit dalam mempublikasikan konten pada website atau intranet. Dalam CMS, data dapat berbentuk apa saja - teks, gambar, film, data teknologi, dan lainnya. Dengan kemudahan ini bahkan orang awam pun dapat membuat teks dan konten dengan fitur halaman multimedia dengan menggunakan aplikasi yang cerdas ini. Selain kemampuannya yang cukup banyak dalam hal desain dan publikasi halaman web, CMS juga digunakan untuk menjalankan tugas-tugas seperti :
  1. Membantu menerima data dan melakukan penyimpanan dengan mudah.
  2. Membantu mencegah duplikasi konten
  3. Mempermudah tugas dalam penulisan laporan
  4. Pengaksesan data dengan hak akses
  • Jenis-jenis CMS - Secara garis besar terdapat 5 jenis Content Management System.
  1. Enterprise CMS (ECMS) - Berhubungan dengan menciptakan, mengatur, membagi informasi dalam organisasi, juga mengoptimalkan proses bisnis perusahaan. Umumnya menyatu dengan aplikasi dari organisasi tersebut, memastikan alur proses konten data ke user lancar, mengurangi resiko dan mencegah duplikasi.
  2. Web CMS (WCMS) - Seperti disebutkan diatas, bertujuan untuk membuat kerja mendesain den mempublikasikan konten jauh lebih mudah sehingga setiap orang dapat membuat konten tanpa perlu memiliki kemampuan HTML.
  3. Mobile CMS (MCMS) - Membantu menyimpan dan menyalurkan konten ke perangkat mobile seperti telepon genggam, PDA, dan sebagainya.
  4. Component CMS (CCMS) - Mengatur konten dalam level berjenjang
  5. Document CMS (DCMS) - Mengatur data elektronik dokumen dan gambar.
  • CMS - Open Source - Open Source CMS tersedia dimana kita dapat memodifikasi sesuai dengan kebutuhan anda, tetapi apabila anda ingin kebutuhan yang lebih spesifik seperti multi bahasa, auto link check, dan sebagainya maka anda perlu memesan khusus aplikasi ini.
  • Kapan menggunakan CMS - Sebenarnya ini tergantung dari berbagai faktor dimana anda membutuhkan CMS atau tidak. Seperti ukuran website, jumlah pengunjung yang dihasilkan dari website, pengetahuan dan keahlian dari web master. Apabila website anda berukuran besar, tentunya terdiri dari banyak konten dan materi untuk dikelola. Jadi ini membutuhkan CMS. Yang akan menyimpan materi dalam format yang terstruktur dan efisien serta berbentuk database yang berkualitas.Sisi administratif dari CMS akan mengatur segala kerahasiaan database. Bahkan terkadang website kecilpun juga memerlukan CMS.
  • CMS juga berfungsi dalam mengemat waktu dalam melakukan perubahan pada website anda tanpa perlu pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan website. Ini akan menghemat waktu anda dalam mengontak web desainer lagi dan lagi untuk melakukan modifikasi kecil secara berkala.
  • Atribut sebuah CMS yang efektif - Fitur utama dari CMS adalah kemudahan dalam penggunaan. Seperti mendesain layout, mempublikasi dan mendistribusikan data. Harus memiliki support yang kuat apabila suatu saat web master mengalami kendala dalam hal teknis dan skill. Harus cukup sederhana untuk dipelajari. Error kontrol yang dapat terbaca. Selain hal diata, CMS yang baik adalah dapat diarahkan ke berbagai versi dan skala pada berbagai platform. Semua hal diatas yang menentukan baik tidaknya sebuah CMS.
  • Content Management System(CMS) menurut terjemahan penulis adalah aplikasi yang memudahkan untuk mengelola konten/isi sebuah website. Pengguna dimudahkan dengan panel administrasi CMS sehingga dapat menambah isi website, memodifikasi, merubah, menghapus, menambah plugin/komponen, melakukan kategorisasi, memilih template, dan masih banyak lagi.

  • CMS dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti :
  1. Membuat website profesional
  2. Portal
  3. Wiki, situs ensiklopedia
  4. Forum
  5. E-commerce, Aplikasi penjualan online
  6. Blog, catatan harian
  7. E-learning, Pembelajaran jarak jauh
  8. E-management, misal administrasi pegawai, gaji, dll.
  9. Groupware, media kolaborasi kelompok
  10. Galery foto.
  • Pertanyaan seorang guru, apa guna CMS buat saya? CMS dapat digunakan misal untuk melakukan sistem pembelajaran jarak jauh (e-Learning), manajemen sekolah, pegawai, membuat website sekolah, dan banyak lagi. CMS seperti wordpressMU dapat digunakan untuk mengajari anak didik belajar menulis, menuangkan ide, pemahaman, cerita keseharian, menulis tutorial, dsb sehingga dapat dilihat sejauhmana keaktifan/pemahaman anak didik terhadap pelajaran tertentu. Diharapkan setelah anak didik terbiasa menulis, mereka tidak akan canggung ketika diminta menulis karangan ilmiah nantinya. Anda juga dapat melakukan pembelajaran dengan menggunakan jaringan lokal sekolah, tanpa tergantung internet. Kebanyakan CMS dapat diperoleh dengan free. Jadi tidak usah khawatir :-)

  • Situs favorit penulis untuk mendapatkan aplikasi CMS adalah opensourcecms dan sourceforge. Pada situs opensourcecms, CMS terbagi dalam kategori2 penggunaan dan juga tersedia demo masing2 CMS secara online. Sedangkan Sourceforge adalah situs luar biasa yang menyediakan banyak sekali aplikasi opensource termasuk CMS. Sourceforge secara rutin tiap tahun menyelenggarakan pemilihan aplikasi opensorce terbaik pilihan penggunanya. Sangat menarik.
(Sumber artikel internet, artikel blog, dll)



Jumat, 21 Mei 2010

Optimalkan Usaha Kecil dengan E-commerce

0 komentar
Optimalkan Usaha Kecil dengan E-commerce


  • Dengan semakin pesatnya perkembangan Teknologi informasi khusunya Internet, tentu berpengaruh juga dengan tingkah laku masyarakat. Dengan menggunakan Internet, segala macam kegiatan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Selain itu, internet juga dapat menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan. Beberapa waktu yang lalu telah booming bisnis internet jenis Pay Per Click (PPC) yang paling terkenal yaitu adsense, kemudian bermunculan PPC lain seperti Adbrite, Kumpul Blogger (lokal), Bidvertizer, dan masih banyak lagi. Adapula jenis bisnis Pay per sale (PPS) atau juga sering disebut dengan bisnis Afiliasi, yang sistemnya menjadi pihak ketiga untuk menjualkan produk , contohnya seperti Amazon Afiliasi. Dan masih banyak lagi Bisnis-bisnis Online yang menjanjikan.
  • Adanya berbagai kemudahan dan peluang usaha yang menjanjikan di internet, telah membuat masyarakat mulai melirik di bisnis online. Salah satu bisnis online yang menjanjikan di internet yaitu sistem Perdagangan Online, yang sering disebut dengan e-commerce (electronic commerce). Bagi pengusaha kecil dan menengah, perdagangan dan pemasaran via internet masih menjadi sesuatu yang terabaikan. Hal ini bukan karena faktor sedikitnya jumlah konsumen online, akan tetapi karena pelaku usaha masih menganggap bahwa membangun website berbasis e-commerce merupakan sesuatu yang sulit dan membutuhkan biaya yang besar. Menurut mereka , hanya pelaku bisnis bersekala besar saja yang dapat memanfaatkan internet untuk memasarkan produk, itupun karena mereka memiliki team pemasaran online yang khusus menangani hal tersebut. Sebenarnya Pemasaran dan Penjualan di Internet merupakan trik marketing yang sangat bagus , karena produk yang ditawarkan dapat dijangkau dan dilihat oleh calon pembeli secara luas. Bayangkan jika ada sebuah produk khas sebuah daerah yang memiliki potensi jual tinggi , namun tidak mempunyai area marketing yang luas, maka usaha produk tersebut tidak akan berkembang karena hanya memiliki pelanggan tetap yang tidak bertambah. Sebenarnya untuk membangun website berbasis e-commers tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan, kita bisa memanfaatkan sebuah layanan blog.Perlu diketahui bahwa perkembangan pengguna blog tiap tahun semakin bertambah dan layanan yang diberikan penyedia blog selalu diperbaharui. Ada bermacam layanan untuk membuat blog diantaranya Blogger (blogspot), Wordpress, blogsome, dan lain-lain. Dengan hanya memiliki blog, para pengusaha kecil dapat memasang katalog produk untuk memasarkan produknya secara luas bahkan sampai ke luar negeri. Selain itu, telah banyak pelatihan-pelatihan maupun workshop tentang bagaimana membuat blog bagi para penggerak usaha kecil dan menengah yang diadakan oleh dinas terkait maupun oleh mahasiswa. Dengan adanya hal tersebut pengusaha kecil dan menengah dapat belajar dan mempraktekkan secara langsung bagaimana membangun bisnis e-commerce menggunakan blog.

  • Bagi para pengusaha kecil dan menengah yang sudah bisa membuat blog dan ingin bergerak lebih jauh dengan menggunakan website, jangan terlalu khawatir dengan harga domain yang mahal. Kita bisa menggunakan fasilitas domain gratis semacam http://nama_situs.co.cc ( http://co.cc) http://co.cc) , ,http://namasitus.tk, http://namasitus.co.nr dan masih banyak lagi. Atau bisa juga dengan membuat website menggunakan domain berbayar semacam (.com, .net, web.id, .or.id, dan lain-lain). Sedangkan untuk menampung file website yang akan ditampilkan di internet, bisa menggunakan web hosting gratis yang disediakan oleh 000webhost.com maupun http://my-php.net. Untuk menunjang sebuah website memiliki nomor urut atas di mesin pencari semacam google, perlu menerapkan optimalisasi di dalam mesin pencarian, yang sering disebut SEO (search enggine optimization). Secara logis, alamat situs yang menempati posisi teratas hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung. Sehingga dengan semakin banyaknya pengunjung, tidak menutup kemungkinan meningkatkan peluang usaha yang ditawarkan di dalam situs tersebut. Beberapa pengusaha kecil dan menengah yang sudah menerapkan bisnis e-commerce diantaranya bisa dilihat di http://pasarbatik.com (produk batik), http://blog.keyshasnack.com (snack online), http://www.klikmuslim.com (busana muslim), http://www.wijayapetshop.biz (pet shop online), http://bandung-distro.blogspot.com (distro di bandung), dan masih banyak lagi .

  • Berbeda dengan blog, untuk membangun website berbasis e-commerse memang sedikit lebih sulit dan perlu pembelajaran lebih ekstra daripada menggunakan blog. Oleh kerena itulah sudah banyak pelatihan , seminar, maupun workshop yang diselenggarakan di berbagai kota, tujuannya untuk membantu pengusaha kecil dan menengah agar dapat membangun website sendiri dan memaksimalkan website tersebut di dalam mesin pencarian . Jika semakin banyak pengusaha kecil dan menengah memanfaatkan internet untuk memasarkan produknya, tak pelak bakal meningkatkan pendapatan mereka dan mengembangkan sayap bisnisnya secara luas, karena marketing di dunia maya bersifat tak terbatas, tidak mengenal jarak dan waktu.

( Sumber artikel internet, blogger, artikel koran dimuat di Rubrik Konek Suara Merdeka edisi minggu 7 Juni 2009)

Pengertian E-commerce Menurut Para Ahli

2 komentar
E-commerce

  • Sementara itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif, yaitu :
  1. dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya.
  2. dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan work flow.
  3. dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang.
  4. dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.
  • Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukankomunikasibisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melaluiinternet. Seluruhkomponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, sepertiproduk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, carapromosi dansebagainya. seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya.
    Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah internet).
  • Perkembangan teknologi informasi terutama internet, merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain diseluruh dunia. Dengan menghubungkan jaringan komputer perusahaan dengan internet, perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumen secara lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga istilah E-Commerce pun menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet.
  • Pertukaran informasi dalam E-Commerce dilakukan dalam format dijital sehingga kebutuhan akan pengiriman data dalam bentuk cetak dapat dihilangkan. Dengan menggunakan sistem komputer yang saling terhubung melalui jaringan telekomunikasi, transaksi bisnis dapat dilakukan secara otomatis dan dalam waktu yang singkat. Akibatnya informasi yang dibutuhkan untuk keperluan transaksi bisnis tersedia pada saat diperlukan. Dengan melakukan bisnis secara elektronik, perusahaan dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan pengiriman informasi. Proses transaksi yang berlangsung secara cepat juga mengakibatkan meningkatnya produktifitas perusahaan.
  • Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.
  • Ada website whatis.com terdapat pengertian e-commerce yaitu berhubungan dengan pembelian dan penjualan barang atau jasa melalui internet, khususnya World wide web
  • Menurut Robert E. Johnson, III (http://www.cimcor.com), e-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama
  • Pada Website ECARM (The Society For Electronic Commerce And Rights Management) dijelaskan bahwa e-commerce secara umum menunjukkan seluruh bentuk transaksi yang berhubungan dengan aktifitas-aktifitas perdagangan, termasuk
    • organisasi dan perorangan yang berdasarkan pada pemrosesan dan transmisi data dijital termasuk teks, suara, dan gambar-gambar visual (OECD, 1997)
  • Pada Website Planetweb E-commerce Solutions, e-commerce memiliki arti bahwa sebuah website dapat menjadi sebuah modal bagi perusahaan, dimana website tersebut dapat menghasilkan uang dan dapat menggambarkan perusahaan anda di internet pada saat yang bersamaan.
  • ada Website E-commerce Net, secara sederhana dijelaskan bahwa e-commerce adalah menjual barang dagangan dan / atau jasa melalui internet. Seluruh pelaku yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, kebijakan-kebijakan pengembalian barang dan uang, periklanan, dll.
  • Menurut Gary Coulter dan John Buddemeir (E-commerce Outline) : e-commerce berhubungan dengan penjualan, periklanan, pemesanan produk, yang semuanya dikerjakan melalui internet. Beberapa perusahaan memilih untuk menggunakan kegiatan bisnis ini sebagai tambahan metode bisnis tradisional, sementara yang lainnya menggunakan internet secara eksklusif untuk mendapatkan para pelanggan yang berpotensi.

Jumat, 14 Mei 2010

Pengertian E-commerce

1 komentar
Pengertian E-commerce

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris : Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi , www , atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester , perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$ 12,2 milyar pada 2003 . Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Sejarah perkembangan E-commerce

Istilah "perdagangan elektronik" telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.

Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunya istilah yang lebih tepat "perdagangan web" — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman ( HHTTPS) , protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.

Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.

Faktor kunci sukses dalam e-commerce

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:

  1. Menyediakan harga kompetitif
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan

Masalah e-commerce

  1. Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.
  2. Hukum yang kurang berkembang dalam bidang e-commerce ini.

Aplikasi bisnis

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:

  • E-mail dan Messaging
  • Content Management Systems
  • Dokumen, spreadsheet, database
  • Akunting dan sistem keuangan
  • Informasi pengiriman dan pemesanan
  • Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
  • Sistem pembayaran domestik dan internasional
  • Newsgroup
  • On-line Shopping
  • Conferencing
  • Online Banking

Perusahaan terkenal

Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal.

(sumber Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Minggu, 20 Juni 2010

Tahapan dalam evolusi e – Commerce

Tahapan dalam evolusi e – Commerce

  1. Brochurware : Pada Tahap ini internet digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan brosur elektronik
  2. Customer Interactivity : Tahap dimana perusahaan mulai mengembangkan aplikasi situsnya untuk memungkinkan komunikasi 2 arah ( dialog ) contoh : chating , teleconference
  3. Transaction Enabler : Pd tahun ini adalah pengembangan suatu aplikasi yang memungkinkan terjadinya transaksi bisnis secara elektronik
    a. Mekanisme pembelian oleh konsumen
    b. Mekanisme perusahaan dengan rekanan bisnisnya

  4. One – to – one Relationship
    Terbentuknya mekanisme yang memungkinkan terjadinya transaksi perdagangan antarindividu

Jumat, 18 Juni 2010

Prinsip - Prinsip dalam mencermati perkembangan teknologi semacam e-commerce

Prinsip - Prinsip dalam mencermati perkembangan teknologi semacam e-commerce
  • E-Commerce tidak dapat dilepaskan dari kerangka besar globalisasi dunia, yang bertujuan untuk melakukan efisiensi pasar; dengan dibukanya batasan-batasan wilayah, maka aliran informasi, uang, dan sumber daya lainnya akan terjadi secara bebas sehingga hanya perusahaan-perusahaan yang dapat menciptakan produk atau jasa yang termurah, terbaik, dan tercepatlah yang akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar.
  • E-Commerce akan secara efektif menjadi pemicu terjadinya efisiensi yang diinginkan di atas jika konvergensi industri komputer, telekomunikasi, dan informasi (content) di masing-masing negara telah mencapai tahap optimum (dimana produk-produk infrastruktur semacam pulsa telepon dan listrik telah menjadi public goods).
  • E-Commerce hanyalah merupakan komponen sebuah sistem yang dinamakan sebagai komunitas digital (digital community), yang merupakan generasi masyarakat baru di abad ke 21 (net generation) dimana teknologi informasi telah menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia pada umumnya.

(Sumber : Internet, Blog)

Bentuk Jual Beli Dengan E-Commerce

Bentuk Jual Beli Dengan E-Commerce

  • Business to Business (B2B) dapat diartikan sebagai sistem komunikasi bisnis online antar pelaku bisnis.
  • Business to Cunsumer (B2C) merupakan transaksi ritel dengan pembeli individual.
  • Consumer to Consumer (C2C) merupakan transaksi dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya.
  • Consumer to Business (C2B) merupakan individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukan transaksi.
  • Non-Bussines Electronic Commerce
  • Intrabussines (Organizational) Electronic Commerce adalah Kegiatan ini meliputi semua aktivitas internal organisasi melalui internet untuk melakukan pertukaran barang, jasa dan informasi, menjual produk perusahaan kepada karyawan, dan lain-lain.

(sumber : Internet)

Keunggulan E-Commerce dibanding dengan jual beli secara konvensional

Keunggulan E-Commerce dibanding dengan jual beli secara konvensional

  1. Kemampuan grafis internet mampu memperlihatkan produk apa adnya (natural) serta dapat membuat brosur berwarna dan menyebarkannya tanpa ongkos/biaya cetak.
  2. Lebih aman membuka toko online dibanding membuka toko biasa.
  3. Berjualan di dunia maya internet tidak mengenal hari libur, dan hari besar, semua transaksi bisa dilakukan kapan saja dimana saja.
  4. Tanpa batas-batas wilayah dan waktu, sehingga memberikan jangkauan pemasaran yang luas dan tak terbatas oleh waktu.
  5. Revenue stream (arus pendapatan) yang baru yang mungkin sulit atau tidak dapat diperoleh melalui cara konvensional.
  6. Meningkatkan market exposure (pangsa pasar), dimana dengan penggunaan e-commerce memungkinkan untuk meningkatkan pangsa pasar yang semula mempunyai pangsa pasar di dalam negeri saja, dengan adanya e-commerce maka pangsa pasar menjangkau luar negeri.
  7. Menurunkan biaya operasi (operating cost), penggunaan teknologi internet memungkinkan untuk melakukan kegiatan perdagangan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dimana hal tersebut tidak berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan untuk biaya lembur untuk karyawan atau pegawai, karena segala sesuatunya dikerjakan oleh komputer yang tidak membutuhkan operator untuk menjalankan proses perdagangan, cukup hanya dengan penggunaan software tertentu maka segala aktivitas dalam transaksi perdagangan dapat dilakukan.
  8. Penghematan besar yang dimungkinkan melalui e-mail, penghematan ini terjadi karena berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali adanya penggunaan kertas dalam segala proses transaksi, dimana segala sesuatunya di dalam e-commerce menggunakan suatu data digital sehingga tidak membutuhkan kertas sebagi media, yang pada akhirnya memberikan penghematan besar terhadap pengeluaran dalam proses transaksi.

(Sumber : Internet)

Enam Faktor Utama Dalam E-Commerce yang digunakan sebagai faktor pendorong bagi perdagangan konvensional

Enam Faktor Utama Dalam E-Commerce yang digunakan sebagai faktor pendorong bagi perdagangan konvensional

  1. Memiliki cakupan yang luas.
  2. Proses transaksi yang cepat.
  3. Dapat mendorong kreatifitas dari pihak penjual secara cepat dan tepat dan pendistribusian informasi yang disampaikan berlangsung secara periodik.
  4. Dapat menciptakan efesiensi yang tinggi.
  5. Murah serta informatif.
  6. Dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, dengan pelayanan yang cepat, mudah, aman dan akurat.

Kamis, 03 Juni 2010

Dampak Negatif E-Commerce.

Dampak Negatif E-Commerce.

Dampak negatifnya, yaitu :

1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.

(Sumber : Internet, Blog)

keuntungan dari E-Commerce Bagi konsumen, masyarakat luas dan pemerintah.

Keuntungan dalam prespektif produsen adalah:
  • Memberikan kesempatan kepada produsen untuk meningkatkan pemasaran produk/servicenya secara global.
  • Mengurangi penggunaan paper/kertas di berbagai aktifitas mulai dari tahapan desain, produksi, pengepakan, pengiriman, distribusi hingga marketing.
  • Mengurangi waktu delay dari pengiriman dan penyimpanan karena antara sistem produksi, pengepakan, penyimpanan dan distribusi terkoneksi secara online.
  • Membantu perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk/service yang sangat spesifik yang tidak dapat dipasarkan dalam bisnis secara fisik, karena keterbatasan konsumen, tempat dan biaya promosi yang tinggi.
  • Mengurangi waktu dan biaya prosmosi dari produk/service yang dipasarkan karena tersedianya informasi secara menyeluruh di internet sepanjang waktu.

Keuntungan E-Commerce dalam prespektif konsumen adalah:

  • Memberikan kesempatan konsumen yang berada di belahan dunia manapun untuk dapat menggunakan sebuah produk/service yang dihasilkan dari belahan dunia yang berbeda dan melakukan transaksi dan meraih informasi dari pihak pertama sepanjang tahun.
  • Memberikan kesempatan konsumen untuk mendapatkan produk/service terbaik dari berbagai pilihan yang ada karena konsumen mendapat kesempatan untuk memilih berbagai jenis produk/service secara langsung.
  • Memberikan kesempatan bagi konsumen yang terpisah tempat tinggalnya dari produsen untuk berinteraksi, berdiskusi dan bertukar pengalaman. Sehingga akan sangat menguntungkan produsen untuk meningkatkan kualitas produk/servicenya sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.

Keuntungan E-Commerce dalam prespektif masyarakat dan pemerintah adalah:

  • Semakin banyak manusia yang bekerja dan beraktifitas di rumah dengan menggunakan internet berarti mengurangi perjalanan untuk bekerja, belanja dan aktifitas lainnya, sehingga mengurangi kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.
  • Meningkatkan daya beli dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produksi/service yang terbaik karena perusahaan yang mengeluarkan produk/service dapat menjualnya lebih murah karena biaya produksi yang rendah.
  • Mengurangi pengangguran karena masyarakat semakin bergairah untuk berbisnis karena cara kerja yang gampang dan tanpa modal yang besar.
  • Meningkatkan daya kreatifitas masyarakat, berbagai jenis produk dapat dipasarkan dengan baik, sehingga akhirnya juga membantu pemerintah untuk menggairahkan perdagangan khususnya usaha kecil menengah.
(Sumber : Internet, Blog)

Inovasi E-Commerce Dalam Sistem Perdagangan di Indonesia

Inovasi E-Commerce Dalam Sistem Perdagangan di Indonesia

Inovasi adalah suatu bentuk kreasi dan implementasi kombinasi baru yang merujuk pada produk, jasa, proses kerja, pasar, kebijakan dan sistem baru. Dalam inovasi dapat diciptakan nilai tambah. Seperti halnya E-Commerce yang merupakan istilah lain dari perdagangan elektronik. E-Commerce merupakan suatu bentuk inovasi memberikan nilai tambah dalam teknologi informasi dalam bentuk proses perdagangan yang memudahkan transaksi jual-beli melalui website.

Ketika internet mulai di kenal masyarakat, banyak jurnalis meyakini bahwa E-Commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Sehingga pada era antara 1998 hingga 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa yang mengembangkan situs web E-Commerce.

Di Indonesia, sistem E-Commerce dianggap kurang popular. Hal ini karena masih banyak pengguna internet yang meragukan sistem keamanan E-Commerce, serta kurangnya pengetahuan mereka mengenai E-Commerce yang sesungguhnya. Padahal untuk membuat sistem E-commerce, investasi yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Selain itu, lingkup pemasaran produknya bisa jauh lebih luas dan biaya penyelenggaraan serta promosi untuk E-commerce juga lebih kecil jika dibandingkan dengan biaya pada sistem toko konvensional.

Tetapi, ada juga beberapa pelaku bisnis yang sesungguhnya belum mengenal betul tentang internet tersebut namun karena desakan bisnis yang semakin mengarahkan mereka untuk mulai menggunakan media ini. Bagi pebisnis yang belum benar-benar mengerti akan menggunakan jasa outsourcing dalam aktifitas ini. Mereka akan menyadari akan manfaat dari E-Commerce dan mulai membangun sebuah sistem untuk mengimplementasikan sistem ini dalam aktifitas perusahaannya.

Secara umum, implementasi E-Commerce dalam bisnis dapat meningkatkan kualitas dari produk/service serta menurunkan biaya produksi yang akhirnya akan menurunkan harga penjualan. Ketika konsumen dapat memilih produk/service yang terbaik baginya, produsen akan terus semakin berlomba meningkatkan kualitas dari produk/service yang ada dan terus mencari ide-ide baru yang disukai pasar serta berusaha mengurangi biaya produksi agar tetap mendapatkan harga produk/service yang terjangkau. Jika siklus ini berjalan dengan baik, tingkat produksi dan kualitas akan terus meningkat, ragam dari produk/service akan semakin banyak dan harga akan semakin terjangkau. Selain itu semakin menumbuhkan kreatifitas melalui inovasi-inovasi dalam berbisnis, serta memberikan keberanian bagi pemula bisnis untuk memulai usahanya karena beranggapan bahwa setiap orang dapat memulai bisnisnya walau sekecil apapun.

Pengimplementasian E-Commerce di Indonesia masih harus menempuh jalan yang panjang dan berliku. Berbagai hambatan yang ada dalam pengimplementasiannya dapat berupa teknis dan non-teknis di mana semua itu membutuhkan kerjasama yang utuh antara pemerintah, pengembang dari E-Commerce, pebisnis dan para konsumen yang memanfaatkan Teknologi tersebut. Seperti produk-produk teknologi informasi lainnya yaitu e-government, E-Commerce masih membutuhkan waktu yang lama untuk dapat dikenal dan diterima di Indonesia. Berbagai hambatan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Dukungan pemerintah. Dukungan pemerintah yang masih belum jelas ditambah dengan belum adanya kebijakan-kebijakan yang mendukung perkembangan dari E-Commerce ini dikeluarkan, belum jelasnya regulasi dari system teknologi informasi khususnya internet yang merupakan salah satu tulang punggung dari perkembangan E-Commerce, perbaikan sistem pabeanan dan deregulasi dalam ekspor impor barang.
  • Perkembangan infrastruktur yang lambat. Salah satu hambatan utama adalah masih kurangnya insfrastrukur yang ada dan belum merata kepelosok Indonesia. Dibutuhkan keseriusan pemerintah untuk secara bertahap membangun infrastrukur yang baik dan terprogram sehingga secara bertahap, rakyat Indonesia mulai dapat dikenalkan dengan internet sebagai salah satu hasil dari perkembangan teknologi informasi dengan biaya yang murah dan terjangkau.
  • Kurangnya sumber daya manusia. Kurangnya SDM Indonesia yang benar-benar menguasai sistem E-Commerce ini secara menyeluruh, yang tidak saja menguasai secara teknis juga non-teknis seperti sistem perbankan, lalu lintas perdagangan hingga sistem hukum yang berlaku. Salah satu alasan yang cukup utama yaitu masih kurangnya ketersediaan informasi, mulai dari buku-buku referensi, jurnal, majalah/tabloid yang membahas tentang E-Commerce juga sarana pendidikan, seminar, workshop hingga pusat-pusat pengembangan yang dibangun antara pemerintah, pusat-pusat pendidikan dan tenaga ahli di bidang E-Commerce.
  • Dukungan dari institusi finansial seperti bank dan asuransi. Belum banyaknya bank yang telah membangun system yang mendukung E-Commerce dengan baik, selain itu perbankan Indonesia juga masih sulit untuk melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang lain, apalagi dalam jumlah nilai yang kecil serta belum adanya pihak ketiga sebagai penjamin transaksi secara online yang benar-benar berada di Indonesia.
  • Perbaikan sistem perdagangan yang ada. Adanya keseriusan dari pemerintah untuk menderegulasi system perdagangan yang memberi kesempatan luas bagi berkembangnya UKM, sistem jaringan pengiriman yang baik dan aman, tidak adanya gangguan diperjalanan dan di institusi yang berhubungan dengannya seperti pelabuhan, pintu-pintu perbatasan dan international airport. Serta yang paling penting deregulasi di bidang ke pabeanan dan pajak yang mendukung sistem E-Commerce ini berkembang. Kesemuanya itu bukanlah penghalang yang menjadi hambatan bagi perkembangan E-Commerce di Indonesia, diharapkan sekali hambatan tersebut menjadi poin penting untuk mulai mengembangkan E-Commerce di Indonesia. Sedangkan jika kita melihat peluang-peluang yang ada, kesemuanya itu tentunya diharapkan memberikan energi atau semangat khusus bagi semua pihak bahwa sebenarnya E-Commerce dapat menjadi solusi baru bagi ketertinggalan kita disemua bidang selama ini, seperti:
  • Jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan pangsa pasar yang masih dapat banyak digarap
  • Kondisi geografis yang sangat mendukung berkembangnya E-Commerce, dengan begitu banyaknya pulau-pulau yang tersebar diseluruh nusantara, E-Commerce merupakan salah satu jalan terbaik untuk meningkatkan bisnis antar pulau
  • Begitu banyaknya bahan alam yang dapat diolah menjadi produk-produk yang bagus dan istimewa
  • Begitu banyaknya adat-istiadat dan budaya yang ada, merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan usaha kerajinan yang dapat menjadi sumber perdagangan dan komoditi pariwisata jika dikelola dengan baik.

( Sumber : Internet, bLog)

Potensi E-Commerce Indonesia Menggiurkan

Potensi E-Commerce Indonesia Menggiurkan

Potensi pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia diperkirakan cukup besar seiring dengan lonjakan pengguna internet yang pesat.

Hal tersebut diungkapkan Hendrik Tio, Presiden Direktur Bhinneka.com, salah satu toko online komputer terkemuka di Indonesia kepada VIVAnews di Jakarta beberapa hari lalu.

“Ini seiring dengan melonjaknya pengguna internet, baik yang memakai komputer atau notebook, serta pengakses internet lewat ponsel yang tumbuh luar biasa,” ujarnya. “Pasar ini sangat menggiurkan.”

Karenanya, dia tidak heran jika belakangan muncul berbagai portal e-commerce, seperti plasa.com. Bahkan, di daerah sudah bermunculan, banyak daerah sudah punya masing-masing e-commerce.

Saat ini, menurut dia, yang mempunyai komputer sekitar 15 juta, notebook 3 juta, dan hanphone 100 juta. Belum lagi tren pergeseran dari notebook ke netbook.

Apalagi, kata dia, ada salah satu kelebihan yang dimiliki pengguna internet Indonesia adalah menyukai komunitas. Di ASEAN, selain Thailand, Indonesia bagus seperti halnya pertumbuhan di China.

Keunikan lainnya menurut dia adalah forum yang telah berubah menjadi tempat jualan. Ini fenomena menarik dan luar biasa. Di luar negeri, forum jarang dipakai jual beli. “Di sini, jika forum beranggotakan satu juta member, maka ada potensi satu juta orang pula yang akan jual beli.”

Ke depan, dia berkeyakinan e-commerce akan terus tumbuh. Karenanya, Hendrik berniat membuka peluang agar orang lain bisa menjual di Bhinneka. Sebab, tren internet di Indonesia akan bergerak ke komunitas sehingga suatu saat bisa mengutip komisi. “Kalau eksklusif justru akan ketinggalan.”

(Sumber : VIVAnews)

Sabtu, 22 Mei 2010

Jenis e-Commerce

Jenis e-Commerce

  • Business to Business (B2B), dengan karakteristik :
  1. Trading partners yang sudah saling mengetahui dan terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama di antara mereka.
  2. Pertukaran data dilakukan secara berulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati.
  3. Salah satu pelaku tidak harus menunggu partner mereka lainnya untuk mengirimkan data.
  4. Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
  • Business to Consumer, dengan karakteristik:
  1. Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secara umum.
  2. Service bersifat umum, sehingga mekanismenya dapat digunakan oleh orang banyak.
  3. Service yang diberikan berdasarkan permintaan.
  4. Sering dilakukan sistem pendekatan client-server.

Resiko e-Commerce

Resiko e-Commerce
  1. Kehilangan segi financial secara langsung karena kecurangan
  2. Pencurian informasi rahasia yang berharga
  3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan
  4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak
  5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen
  6. Kerugian-kerugian yang tidak terduga
  • Secure Electronic Commerce:
e-Commerce yang menggunakan prosedur sistem keamanan dan teknik untuk menghadapi resiko yang terjadi. Fungsi-fungsi umumnya antara lain:
  1. Authentication (Pembuktian keaslian)
  2. Confidentiality (kerahasiaan)
  3. Data integrity (integritas data)
Biasanya semua itu diimplementasikan dengan menggunakan teknologi kriptografi seperti enkripsi dan digital signature.

Keuntungan e-Commerce

Keuntungan e-Commerce

  1. Revenue stream (aliran pendapatan) yang lebih menjanjikan.
  2. Meningkatkan market exposure (pangsa pasar)
  3. Menurunkan biaya operasional (operating cost)
  4. Melebarkan jangkauan (global reach)
  5. Meningkatkan customer loyality
  6. Meningkatkan supplier management
  7. Memperpendek waktu produksi
  8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan)

Komponen utama pada e-commerce

Komponen utama pada e-commerce
  • Electronic Data Interchange (EDI)
Electronic Data Interchange adalah pertukaran data komputer antar berbagai bidang organisasi atas suatu informasi terstruktur dalam format yang standar dan bisa diolah oleh komputer. Tujuan EDI adalah memfasilitasi perdagangan dengan mengikat bisnis antar partner dagang. Komponen utama dari EDI standar adalah sebagai berikut :
  1. DATA ELEMENT: merupakan potongan data seperti tanggal, harga atau nama organisasi.
  2. DATA SEGMENT: dalam suatu baris data disebut dengan segment dan setiap item di dalam segmen mewakili satu elemen.
  3. TRANSACTION SET: suatu transation set merupakan dokumen khusus seperti dokumen pesanan pembelian. Di dalam transaction set, ada 3 area utama: area header, area detail dan area summary.
  4. FUNCTIONAL GROUP: sekelompok transaction set yang sejenis. Transation set di dalam functional group dikelompokkan berdasarkan functional identifier yang sama.
  • Untuk mengirimkan transaksi EDI pada konsumen, diperlukan 4 fungsi dasar:
  1. MAPPING: proses identifikasi elemen dalam database untuk membuat pesan dalam format EDI.
  2. EXTRACTION: proses pengumpulan data yang belum diidentifikasi dan menempatkannya ke dalam format tertentu.
  3. TRANSLATION: mengirimkan pesan keluar, ketika data yang diperlukan masih dalam bentuk flat file, pembentukan pesan EDI bisa dilakukan menggunakan software translasi atau formatting.
  4. COMMUNICATION: pengiriman/transmisi atas pesan EDI dikendalikan oleh software komunikasi, yang akan mengatur dan memelihara: nomor telepon partner dagang, menjalankan automatic dialing dan up/downloading, juga membuat activity log.
  • Digital Currency
Digital currency untuk memungkinkan user untuk memindahkan dananya secara elektronik dalam lingkungan kerja tertentu.
  • Karakteristik digital currency adalah sebagai berikut:
  1. Mewakili suatu nilai moneter tertentu
  2. Bisa ditukarkan sebagai alat pembayaran untuk barang dan jasa, mata uang dan koin serta token lainnya
  3. Bias disimpan dan diambil lagi.Sulit diduplikasi atau dipalsukan.
  • Jenis-jenis digital currency antara lain:
  1. ELECTRONIC CASH adalah Sistem electronic cash telah terintegrasi sepenuhnya dengan software web browser untuk memudahkan pembelian barang melalui internet.
  2. MICROPAYMENTS adalah pembayaran untuk item dengan nilai relative rendah, misalnya informasi atau hiburan on-line yang biayanya bervariasi antara 1 cent sampai 10 cent. Sedangkan Minipayment adalah pembayaran untuk item dengan nilai antara $ 0,25 sampai $ 10.
  3. ELECTRONIC CATALOGS (e-catalogs) telah berada pada aplikasi komersil yang dirancang untuk internet dan merupakan komponen utama dari sistem e-commerce. E-catalogs merupakan antar muka grafis (Graphical User Interface) yang umumnya berbentuk halaman WWW dimana menyediakan informasi tentang penwaran produk dan jasa.
  4. INTRANET DAN EXTRANET adalah Intranet adalah kumpulan web site yang dimiliki oleh suatu kelompok (biasanya perusahaan) yang bisa diakses hanya oleh anggota kelompok tersebut. Sedangkan Extranet merupakan area tertentu dari intarnet yang bias diakes oleh kelompok di luar anggota kelompok intanet, tapi dengan otorisasi tertentu.

Konsep Dasar e-Commerce

  • Konsep Dasar e-Commerce
- Security Policy (Kebijaksanaan keamanan yang digunakan) merupakan satu set aturan yang diterapkan pada semua kegiatan-kegiatan pengamanan dalam security domain. Security domain merupakan satu set sistem komunikasi dan computer yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan.
- Authorization (Otorisasi) berupa pemberian kekuatan secara hukum untuk melakukan segala aktifitasnya
- Accountability (kemampuan dapat diakses) memberikan akses ke personal security.
- A Threat(ancaman yang tidak diinginkan) merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya seseorang, sesuatu atau kejadian yang bisa membahayakan aset berharga khususnya hal-hal yang berhubungan dengan confidentiality, integrity, availability dan legitimate use.
- An Attack(serangan yang merupakan realisasi dari ancaman), pada system jaringan computer ada dua macam attack, yaitu passive attack dan active attack.
- Safeguards(pengamanan) meliputi control fisik, mekanisme, kebijaksanaan dan prosedur yang melindungi informasi berharga dari ancaman-ancaman yang mungkin timbul setiap saat.
- Vulnerabilities(lubang-lubang kemaan yang bisa ditembus)
- Risk(resiko kerugian) merupakan perkiraan nilai kerugian yang ditimbulkan oleh kemungkinan adanya attack yang sukses.
- Risk Analysis(analisa kerugian) merupakan proses yang menghasilkan keputusan apakah pengeluaran yang dilakukan terhadap safeguards benar-benar bisa menjamin tingkat keamanan yang diinginkan.

Seputar Keamanan E-Commerce

Seputar Keamanan E-Commerce

  • E-Commerce (Electronic Commerce) adalah satu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.



  • KONSEP DASAR KEAMANAN e-Commerce
  1. Secure Socket Layer
  • Informasi yang dikirim melalui Internet biasanya menggunakan seperangkat aturan yang disebut TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). Informasi ini dibagi menjadi paket-paket dan bernomor secara berurutan. Masing-masing paket dikirim melalui rute yang berbeda. PKI dan SSL menggunakan sertifikat digital untuk memastikan privasi dan otentikasi. Prosedur adalah seperti client mengirimkan pesan ke server, yang menjawab dengan sertifikat digital. Menggunakan PKI, server dan client bernegosiasi untuk membuat sesi kunci, yang merupakan kunci rahasia simetris khusus diciptakan untuk transmisi tertentu. Setelah sesi kunci sepakat, komunikasi berlanjut dengan sesi ini kunci dan sertifikat digital.
  • PCI, SET, Firewalls and Kerberos : PCI, SET, Firewall dan Kerberos
  • Standar enkripsi yang digunakan e-commerce saat ini adalah SET (Secure Electronic Transaction). Selain digunakan untuk pembayaran dengan credit card, SET juga digunakan untuk pembayaran dengan smartcard. Dengan menggunakan SET, kerahasiaan informasi customer (berupa nama dan nomor kartunya) bisa terjaga dengan baik. SET juga bisa menjaga autotentifikasi atau identitas penjual dan customer, sehingga tidak bisa disalahgunakan oleh sembarang orang.
  • SET menggunakan suatu kriptografi khusus bernama asymmetric cryptography untuk menjamin keamanan transaksi. Asymmetric cryptography ini juga disebut dengan nama Public-key Cryptography. Enkripsi ini menggunakan dua kunci/key (yaitu kode), satu kunci digunakan untuk meng-enkripsi data, dan kunci lainnya untuk men-dekripsi data tersebut. Kedua kunci tersebut terhubung secara matematis dengan rumus tertentu, sehingga data yang telah di-enkripsi oleh suatu kunci hanya bisa di-dekripsi dengan menggunakan kunci pasangannya.
  • Rincian kartu kredit dapat dikirim secara aman dengan SSL, tetapi sekali tersimpan di server mereka rentan terhadap luar hacking ke server dan jaringan yang menyertainya. Kartu PCI (peripheral component interconnect: hardware) sering ditambahkan untuk perlindungan, oleh karena itu, atau pendekatan lain sama sekali diterapkan: SET (Secure Electronic Transaction). Dikembangkan oleh Visa dan Mastercard, SET menggunakan PKI untuk privasi, dan sertifikat digital untuk autentikasi yang tiga pihak: pedagang, nasabah dan bank. Lebih penting lagi, informasi yang sensitif tidak dilihat oleh para pedagang, dan tidak disimpan di server pedagang.
  • Firewall (perangkat lunak / perangkat keras) melindungi server, jaringan dan individu PC dari serangan virus dan hacker. Tidak kalah pentingnya adalah perlindungan dari kejahatan atau kecerobohan dalam sistem, dan banyak perusahaan yang menggunakan protokol Kerberos, yang menggunakan kriptografi kunci rahasia simetrik untuk membatasi akses ke karyawan yang berwenang.
  • Faktor pendorong muncul dan berkembangnya keamanan e-Commerce:
  1. Kemajuan infrasutruktur sistem komunikasi
  2. Meledaknya sistem perdagnagn global
  3. Sistem perdagangan real time
  4. Meningkatkan rasa pengertian/penghargaan terhadap segala resiko yang mungkin terjadi
  5. Tersedianya teknologis sistem keamanan (security)
  6. Sistem keamanan sebagai aset yang berharga
  7. Politik
  8. Pengakuan terhadap pernyataan sah
  • Tujuan-tujuan Sistem Keamanan Informasi:
- Confidentially : menjamin apakah informasi yang dikirim tersebut tidak dapat dibuka atau tidak dapat diketahui oleh orang lain yang tidak berhak.
- Integrity : menjamin konsistensi data tersebut apakah masih utuh sesuai aslinya atau tidak, sehingga upaya orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penduplikatan dan perusakan data bisa dihindari.
- Availability : menjamin pengguna yang sah agar dapat mengakses informasi dan sumber miliknya sendiri.
- Legitimate Use: menjamin kepastian bahwa sumber tidak digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
  • Sistem Keamanan Informasi:
Merupakan penerapan teknologi untuk mencapai tujuan-tujuan keamanan system informasi dengan menggunakan bidang-bidang utama yaitu:
- Sistem Keamanan Komunikasi (Communications security) merupakan perlindungan terhadap informasi ketika di kirim dari sebuah sistem ke sistem lainnya.
- Keamanan Komputer (Computer security) adalah perlindungan terhadap sistem informasi komputer itu sendiri.
- Keamanan secara fisik seperti pengamanan oleh penjaga keamanan, pintu yang terkunci, sistem control fisik lainnya, dan sebagainya.
- Keamanan Personal meliputi kepribadian orang-orang yang mengoperasikan atau memilki hubungan langsung dengan sistem tersebut.
- Keamanan administrative contohnya mengadakan control terhadap perangkat-perangkat lunak yang digunakan, mengecek kembali semua kejadian-kejadian yang telah diperiksa sebelumnya dan sebagainya.
- Keamanan media yang digunakan meliputi pengontrolan terhadap media penyimpanan yang ada dan menjamin bahwa media penyimpanan yang mengandung informasi sensitive tersebut tidak mudah hilang begitu saja.

  • Threats(ancaman):
- System Penetration: orang-orang yang tidak berhak, mendapatkan akses ke sistem computer dan diperbolehkan melakukan segalanya.
- Authorization Violation: Ancaman berupa pelanggaran atau penayalahgunaan wewenang legal yang dimiliki oleh seseoarang yang berhak.
- Planting: Ancaman yang terencana misalnya Trojan horse yang masuk secara diam-diam yang akan melakukan penyerangan pada waktu yang telah ditentukan.
- Communications Monitoring: penyerang dapat melakukan monitoring semua informasi rahasia.
- Communications Tampering: penyerang mengubah informasi transaksi di tengah jalan pada sebuah jaringan komunikasi dan dapat mengganti sistem server dengan yang palsu.
- Denial of Service (DoS): Penolakan service terhadap client yang berhak.
- Repudiation: Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi yang terjadi dikarenakan sesuatu yang bersifat senagja, kecelakaan ataupun kesalahan teknis lainnya.
  • Safeguards:
Yang dilakukan safeguards yaitu:
- Mencegah munculnya threats (ancaman) sebelum benar-benar terealisasi
- Meminimalisasikan kemungkinan terjadinya ancaman tersebut.
- Mengurangi akibat yang timbul karena ancaman yang sudah terealisasi.
  • Security service safe guards:
- Authentication Service: memberikan kepastian identitas pengguna.
a. Entity authentication: contohnya password.
b. Data origin authentication: membuktikan sah tidaknya identitas dalam bentuk pesan tertulis.
- Access Control Services: melindungi semua fasilitas dan sumber-sumber yang ada dari akses-akses yang tidak berhak.
- Confidentiality Service: memberikan perlindungan terhadap informasi yang berusaha disingkap oleh orang lain yang tidak berhak.
- Data Integrity Srevice: perlindungan terhadap ancaman yang dapat mengubah data item seandainya ini terjadi di dalam lingkungan security policy.
- Non-Repudiation Service: melindungi user melawan ancaman yang berasal dari user berhak lainnya seperti kesalahan penolakan ketika transaksi atau komunikasi sedang terjadi

Pengenalan Content Management System (CMS)

Pengenalan Content Management System (CMS)

  • Content Management System adalah aplikasi yang didesain untuk menciptakan, mengatur dan mengimprovisasi data. Menyederhanakan proses yang kompleks dan rumit dalam mempublikasikan konten pada website atau intranet. Dalam CMS, data dapat berbentuk apa saja - teks, gambar, film, data teknologi, dan lainnya. Dengan kemudahan ini bahkan orang awam pun dapat membuat teks dan konten dengan fitur halaman multimedia dengan menggunakan aplikasi yang cerdas ini. Selain kemampuannya yang cukup banyak dalam hal desain dan publikasi halaman web, CMS juga digunakan untuk menjalankan tugas-tugas seperti :
  1. Membantu menerima data dan melakukan penyimpanan dengan mudah.
  2. Membantu mencegah duplikasi konten
  3. Mempermudah tugas dalam penulisan laporan
  4. Pengaksesan data dengan hak akses
  • Jenis-jenis CMS - Secara garis besar terdapat 5 jenis Content Management System.
  1. Enterprise CMS (ECMS) - Berhubungan dengan menciptakan, mengatur, membagi informasi dalam organisasi, juga mengoptimalkan proses bisnis perusahaan. Umumnya menyatu dengan aplikasi dari organisasi tersebut, memastikan alur proses konten data ke user lancar, mengurangi resiko dan mencegah duplikasi.
  2. Web CMS (WCMS) - Seperti disebutkan diatas, bertujuan untuk membuat kerja mendesain den mempublikasikan konten jauh lebih mudah sehingga setiap orang dapat membuat konten tanpa perlu memiliki kemampuan HTML.
  3. Mobile CMS (MCMS) - Membantu menyimpan dan menyalurkan konten ke perangkat mobile seperti telepon genggam, PDA, dan sebagainya.
  4. Component CMS (CCMS) - Mengatur konten dalam level berjenjang
  5. Document CMS (DCMS) - Mengatur data elektronik dokumen dan gambar.
  • CMS - Open Source - Open Source CMS tersedia dimana kita dapat memodifikasi sesuai dengan kebutuhan anda, tetapi apabila anda ingin kebutuhan yang lebih spesifik seperti multi bahasa, auto link check, dan sebagainya maka anda perlu memesan khusus aplikasi ini.
  • Kapan menggunakan CMS - Sebenarnya ini tergantung dari berbagai faktor dimana anda membutuhkan CMS atau tidak. Seperti ukuran website, jumlah pengunjung yang dihasilkan dari website, pengetahuan dan keahlian dari web master. Apabila website anda berukuran besar, tentunya terdiri dari banyak konten dan materi untuk dikelola. Jadi ini membutuhkan CMS. Yang akan menyimpan materi dalam format yang terstruktur dan efisien serta berbentuk database yang berkualitas.Sisi administratif dari CMS akan mengatur segala kerahasiaan database. Bahkan terkadang website kecilpun juga memerlukan CMS.
  • CMS juga berfungsi dalam mengemat waktu dalam melakukan perubahan pada website anda tanpa perlu pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan website. Ini akan menghemat waktu anda dalam mengontak web desainer lagi dan lagi untuk melakukan modifikasi kecil secara berkala.
  • Atribut sebuah CMS yang efektif - Fitur utama dari CMS adalah kemudahan dalam penggunaan. Seperti mendesain layout, mempublikasi dan mendistribusikan data. Harus memiliki support yang kuat apabila suatu saat web master mengalami kendala dalam hal teknis dan skill. Harus cukup sederhana untuk dipelajari. Error kontrol yang dapat terbaca. Selain hal diata, CMS yang baik adalah dapat diarahkan ke berbagai versi dan skala pada berbagai platform. Semua hal diatas yang menentukan baik tidaknya sebuah CMS.
  • Content Management System(CMS) menurut terjemahan penulis adalah aplikasi yang memudahkan untuk mengelola konten/isi sebuah website. Pengguna dimudahkan dengan panel administrasi CMS sehingga dapat menambah isi website, memodifikasi, merubah, menghapus, menambah plugin/komponen, melakukan kategorisasi, memilih template, dan masih banyak lagi.

  • CMS dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti :
  1. Membuat website profesional
  2. Portal
  3. Wiki, situs ensiklopedia
  4. Forum
  5. E-commerce, Aplikasi penjualan online
  6. Blog, catatan harian
  7. E-learning, Pembelajaran jarak jauh
  8. E-management, misal administrasi pegawai, gaji, dll.
  9. Groupware, media kolaborasi kelompok
  10. Galery foto.
  • Pertanyaan seorang guru, apa guna CMS buat saya? CMS dapat digunakan misal untuk melakukan sistem pembelajaran jarak jauh (e-Learning), manajemen sekolah, pegawai, membuat website sekolah, dan banyak lagi. CMS seperti wordpressMU dapat digunakan untuk mengajari anak didik belajar menulis, menuangkan ide, pemahaman, cerita keseharian, menulis tutorial, dsb sehingga dapat dilihat sejauhmana keaktifan/pemahaman anak didik terhadap pelajaran tertentu. Diharapkan setelah anak didik terbiasa menulis, mereka tidak akan canggung ketika diminta menulis karangan ilmiah nantinya. Anda juga dapat melakukan pembelajaran dengan menggunakan jaringan lokal sekolah, tanpa tergantung internet. Kebanyakan CMS dapat diperoleh dengan free. Jadi tidak usah khawatir :-)

  • Situs favorit penulis untuk mendapatkan aplikasi CMS adalah opensourcecms dan sourceforge. Pada situs opensourcecms, CMS terbagi dalam kategori2 penggunaan dan juga tersedia demo masing2 CMS secara online. Sedangkan Sourceforge adalah situs luar biasa yang menyediakan banyak sekali aplikasi opensource termasuk CMS. Sourceforge secara rutin tiap tahun menyelenggarakan pemilihan aplikasi opensorce terbaik pilihan penggunanya. Sangat menarik.
(Sumber artikel internet, artikel blog, dll)



Jumat, 21 Mei 2010

Optimalkan Usaha Kecil dengan E-commerce

Optimalkan Usaha Kecil dengan E-commerce


  • Dengan semakin pesatnya perkembangan Teknologi informasi khusunya Internet, tentu berpengaruh juga dengan tingkah laku masyarakat. Dengan menggunakan Internet, segala macam kegiatan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Selain itu, internet juga dapat menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan. Beberapa waktu yang lalu telah booming bisnis internet jenis Pay Per Click (PPC) yang paling terkenal yaitu adsense, kemudian bermunculan PPC lain seperti Adbrite, Kumpul Blogger (lokal), Bidvertizer, dan masih banyak lagi. Adapula jenis bisnis Pay per sale (PPS) atau juga sering disebut dengan bisnis Afiliasi, yang sistemnya menjadi pihak ketiga untuk menjualkan produk , contohnya seperti Amazon Afiliasi. Dan masih banyak lagi Bisnis-bisnis Online yang menjanjikan.
  • Adanya berbagai kemudahan dan peluang usaha yang menjanjikan di internet, telah membuat masyarakat mulai melirik di bisnis online. Salah satu bisnis online yang menjanjikan di internet yaitu sistem Perdagangan Online, yang sering disebut dengan e-commerce (electronic commerce). Bagi pengusaha kecil dan menengah, perdagangan dan pemasaran via internet masih menjadi sesuatu yang terabaikan. Hal ini bukan karena faktor sedikitnya jumlah konsumen online, akan tetapi karena pelaku usaha masih menganggap bahwa membangun website berbasis e-commerce merupakan sesuatu yang sulit dan membutuhkan biaya yang besar. Menurut mereka , hanya pelaku bisnis bersekala besar saja yang dapat memanfaatkan internet untuk memasarkan produk, itupun karena mereka memiliki team pemasaran online yang khusus menangani hal tersebut. Sebenarnya Pemasaran dan Penjualan di Internet merupakan trik marketing yang sangat bagus , karena produk yang ditawarkan dapat dijangkau dan dilihat oleh calon pembeli secara luas. Bayangkan jika ada sebuah produk khas sebuah daerah yang memiliki potensi jual tinggi , namun tidak mempunyai area marketing yang luas, maka usaha produk tersebut tidak akan berkembang karena hanya memiliki pelanggan tetap yang tidak bertambah. Sebenarnya untuk membangun website berbasis e-commers tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan, kita bisa memanfaatkan sebuah layanan blog.Perlu diketahui bahwa perkembangan pengguna blog tiap tahun semakin bertambah dan layanan yang diberikan penyedia blog selalu diperbaharui. Ada bermacam layanan untuk membuat blog diantaranya Blogger (blogspot), Wordpress, blogsome, dan lain-lain. Dengan hanya memiliki blog, para pengusaha kecil dapat memasang katalog produk untuk memasarkan produknya secara luas bahkan sampai ke luar negeri. Selain itu, telah banyak pelatihan-pelatihan maupun workshop tentang bagaimana membuat blog bagi para penggerak usaha kecil dan menengah yang diadakan oleh dinas terkait maupun oleh mahasiswa. Dengan adanya hal tersebut pengusaha kecil dan menengah dapat belajar dan mempraktekkan secara langsung bagaimana membangun bisnis e-commerce menggunakan blog.

  • Bagi para pengusaha kecil dan menengah yang sudah bisa membuat blog dan ingin bergerak lebih jauh dengan menggunakan website, jangan terlalu khawatir dengan harga domain yang mahal. Kita bisa menggunakan fasilitas domain gratis semacam http://nama_situs.co.cc ( http://co.cc) http://co.cc) , ,http://namasitus.tk, http://namasitus.co.nr dan masih banyak lagi. Atau bisa juga dengan membuat website menggunakan domain berbayar semacam (.com, .net, web.id, .or.id, dan lain-lain). Sedangkan untuk menampung file website yang akan ditampilkan di internet, bisa menggunakan web hosting gratis yang disediakan oleh 000webhost.com maupun http://my-php.net. Untuk menunjang sebuah website memiliki nomor urut atas di mesin pencari semacam google, perlu menerapkan optimalisasi di dalam mesin pencarian, yang sering disebut SEO (search enggine optimization). Secara logis, alamat situs yang menempati posisi teratas hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung. Sehingga dengan semakin banyaknya pengunjung, tidak menutup kemungkinan meningkatkan peluang usaha yang ditawarkan di dalam situs tersebut. Beberapa pengusaha kecil dan menengah yang sudah menerapkan bisnis e-commerce diantaranya bisa dilihat di http://pasarbatik.com (produk batik), http://blog.keyshasnack.com (snack online), http://www.klikmuslim.com (busana muslim), http://www.wijayapetshop.biz (pet shop online), http://bandung-distro.blogspot.com (distro di bandung), dan masih banyak lagi .

  • Berbeda dengan blog, untuk membangun website berbasis e-commerse memang sedikit lebih sulit dan perlu pembelajaran lebih ekstra daripada menggunakan blog. Oleh kerena itulah sudah banyak pelatihan , seminar, maupun workshop yang diselenggarakan di berbagai kota, tujuannya untuk membantu pengusaha kecil dan menengah agar dapat membangun website sendiri dan memaksimalkan website tersebut di dalam mesin pencarian . Jika semakin banyak pengusaha kecil dan menengah memanfaatkan internet untuk memasarkan produknya, tak pelak bakal meningkatkan pendapatan mereka dan mengembangkan sayap bisnisnya secara luas, karena marketing di dunia maya bersifat tak terbatas, tidak mengenal jarak dan waktu.

( Sumber artikel internet, blogger, artikel koran dimuat di Rubrik Konek Suara Merdeka edisi minggu 7 Juni 2009)

Pengertian E-commerce Menurut Para Ahli

E-commerce

  • Sementara itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif, yaitu :
  1. dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya.
  2. dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan work flow.
  3. dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang.
  4. dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.
  • Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukankomunikasibisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melaluiinternet. Seluruhkomponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, sepertiproduk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, carapromosi dansebagainya. seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya.
    Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah internet).
  • Perkembangan teknologi informasi terutama internet, merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain diseluruh dunia. Dengan menghubungkan jaringan komputer perusahaan dengan internet, perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumen secara lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga istilah E-Commerce pun menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet.
  • Pertukaran informasi dalam E-Commerce dilakukan dalam format dijital sehingga kebutuhan akan pengiriman data dalam bentuk cetak dapat dihilangkan. Dengan menggunakan sistem komputer yang saling terhubung melalui jaringan telekomunikasi, transaksi bisnis dapat dilakukan secara otomatis dan dalam waktu yang singkat. Akibatnya informasi yang dibutuhkan untuk keperluan transaksi bisnis tersedia pada saat diperlukan. Dengan melakukan bisnis secara elektronik, perusahaan dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan pengiriman informasi. Proses transaksi yang berlangsung secara cepat juga mengakibatkan meningkatnya produktifitas perusahaan.
  • Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.
  • Ada website whatis.com terdapat pengertian e-commerce yaitu berhubungan dengan pembelian dan penjualan barang atau jasa melalui internet, khususnya World wide web
  • Menurut Robert E. Johnson, III (http://www.cimcor.com), e-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama
  • Pada Website ECARM (The Society For Electronic Commerce And Rights Management) dijelaskan bahwa e-commerce secara umum menunjukkan seluruh bentuk transaksi yang berhubungan dengan aktifitas-aktifitas perdagangan, termasuk
    • organisasi dan perorangan yang berdasarkan pada pemrosesan dan transmisi data dijital termasuk teks, suara, dan gambar-gambar visual (OECD, 1997)
  • Pada Website Planetweb E-commerce Solutions, e-commerce memiliki arti bahwa sebuah website dapat menjadi sebuah modal bagi perusahaan, dimana website tersebut dapat menghasilkan uang dan dapat menggambarkan perusahaan anda di internet pada saat yang bersamaan.
  • ada Website E-commerce Net, secara sederhana dijelaskan bahwa e-commerce adalah menjual barang dagangan dan / atau jasa melalui internet. Seluruh pelaku yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, kebijakan-kebijakan pengembalian barang dan uang, periklanan, dll.
  • Menurut Gary Coulter dan John Buddemeir (E-commerce Outline) : e-commerce berhubungan dengan penjualan, periklanan, pemesanan produk, yang semuanya dikerjakan melalui internet. Beberapa perusahaan memilih untuk menggunakan kegiatan bisnis ini sebagai tambahan metode bisnis tradisional, sementara yang lainnya menggunakan internet secara eksklusif untuk mendapatkan para pelanggan yang berpotensi.

Jumat, 14 Mei 2010

Pengertian E-commerce

Pengertian E-commerce

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris : Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi , www , atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester , perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$ 12,2 milyar pada 2003 . Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Sejarah perkembangan E-commerce

Istilah "perdagangan elektronik" telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.

Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunya istilah yang lebih tepat "perdagangan web" — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman ( HHTTPS) , protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.

Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.

Faktor kunci sukses dalam e-commerce

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:

  1. Menyediakan harga kompetitif
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan

Masalah e-commerce

  1. Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.
  2. Hukum yang kurang berkembang dalam bidang e-commerce ini.

Aplikasi bisnis

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:

  • E-mail dan Messaging
  • Content Management Systems
  • Dokumen, spreadsheet, database
  • Akunting dan sistem keuangan
  • Informasi pengiriman dan pemesanan
  • Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
  • Sistem pembayaran domestik dan internasional
  • Newsgroup
  • On-line Shopping
  • Conferencing
  • Online Banking

Perusahaan terkenal

Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal.

(sumber Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Followers

 

Welcome

Bunga Siti Anessya (Ungo) Copyright 2009 Shoppaholic Designed by Ipietoon Image by Tadpole's Notez